Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN GIGI


žž  I. Pendahuluan
                Kes.Mas adalah seni & ilmu untuk mencegah penyakit,memperpanjang hidup,dan meningkatkan kemampuan fisik/mental melalui usaha masy. Yg terorganisasi.
                H.L Blum à bahwa status kes. Disebabkan multifaktorial, yaitu lingkungan yg terdiri atas lingk.fisik maupun sosial budaya,perilaku orang/masy,adanya layanan kes.baik preventif,kuratif maupun rehabilitatif serta keadaan hereditas.
ž  II. Epidemiologi
Definisi baru :
                Suatu studi mengenai terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan,penyakit dan perubahan penduduk,begitu juga determinannya dan akibat2 yg terjadi pd kelompok penduduk (Omron 1974).
Definisi klinikus :
                Cabang ilmu yg mempelajari penyebaran penyakit dan faktor2 yg menentukan terjadinya peny.pd manusia.
                Penyebaran peny.yg dimaksud à menurut sifat org,tempat dan waktu.
                Mempelajari peyebaran peny.berarti mencari jawaban atas pertanyaan : siapa yg terserang;dimana & bilamana serangan itu terjadi. Bagian dari epidemiologi yg mencari jawaban tas pertanyaan diatas disebut Epidemilogi deskriptif. Fakta yg dihasilkan oleh penelitian ini menggambarkan banyaknya kesakitan akibat suatu penyakit antara berbagai kelompok penduduk yg sedang dipelajari.
                Bila pertanyaan diperluas,mengapa terjadi perbedaan ini ? Maka bagian epidemiologi yang mencari atau merumuskan jawaban atas pertanyaan tersebut adalah Epidemilogi analitis. Tujuannya menjelaskan sebab2terjadinya penyakit,apakah ada hubungan (korelasi) antara timbulnya peny. pd masing2 kelompok penduduk dg derajar pemaparan (exposure) mereka thp faktor resiko.
                Bila ternyata da hubungan, langka berikutnya adalah menyusun hipotesis dan kemudianmengujinya untuk membuktikan adanya asosiasi antara faktor resiko tsb dg peny. yg diselidiki. Pengujian hipotesis dpt dilakukan melalui studi observasional (studi retrospektif & studi prospektif) atau studi experimental (eksperimen binatang,simulasi dan eksperimen manusia).
                Manfaat epidemiologi :
                1. Memperoleh pengertian mengenai cara timbulnya
         peny./trauma
                2. Memperoleh pengertian mengenai riwayat alamiah peny.
                3. Memperoleh pengertian mengenai penyebaran peny. pd
         berbagai kel. Masy.
                4. Menyusun program pemeliharaan kesehatan
                5. Menyusun cara penilaian usaha2 pemeliharaan kes.
ž  III. Konsep dasar timbulnya penyakit
                Suatu peny. timbul oleh karena akibat dari beroperasinya berbagai faktor baik agen,induk semang atau lingkungan. (multiple causation disease).
Ada 3 model yg dikenal dewasa ini :
  1. Segitiga epidemiologi
                Menurut model ini perubahan dari salah satu faktor akan merubah keseimbangan antara mereka yg berakibat bertambah/berkurangnya peny. yg bersangkutan.
  1. Jaring2 sebab akibat
                Menurut model ini suatu penyakit tdk bergantung pd satu sebab yg berdiri sendiri melainkan sebagai akibat serangkaian proses sebab & akibat. Dengan demikian maka timbulnya pny. Dpt dicegah/dihentikan dengan memotong rantai pd berbagai titik.
               
               
C. Roda
                Seperti halnya dgn model jaring2 sebab akibat,model roda memerlukan identifikasi dr berbagai faktor yg berperan dlm timbulnya penyakit dgn tdk begitu menekankan pentingnya agen, disini dipentingkan hub.antara manusia & lingk.hidupnya.
ž  IV. Epidemiologi Deskriptif
  1. Orang
                faktor yg menonjol disini dikaitkan dgn peny.gilut adalah : JK,gol.etnik/hereditas,kls sosial,pekerjaan (gangguan emosional,nutrisi)
b. Pengetahuan
                pengetahuan menenai distribusi geografis dr suatu peny.berguna untuk perencanaan pelkes à memberikan penjelasan mengenai etiologi peny.
  1. Waktu
                peny.karies à peny.kronis yg kumulatif & irreversibel.
ž  V. Cara-cara Pengukuran
                Ukuran dasar yg biasa digunakan dlm epidemiologi ad. RATE, perlu diketahui :
  1. Menyusun RATE dibutuhkan 3 elemen :
                jml org yg terserang peny,jml penduduk dimana penderita brasal,waktu atau periode dmn org2 diserang peny.
  1. Apabila pembilang terbatas pd umur,sex atau gol.tertentu,maka penyebutpun hrs terbatas pd umur,sex atau gol yg sama.
  2. Bila penyebut terbatas pf mereka yg dpt terserang atau terjangkit peny. maka penyebut tsb dinamakan populasi yg mempunyai resiko.
                1. Incidence rate
                                jml kasus baru yg terjadi dikalangan penduduk selama satu waktu tertentu.
2. Attack rate
                Apabila penduduk berada dlm ancaman diserang  peny. hanya untuk wkt yg terbts (misal pd suatu epidemi) maka incidence rate pd suatu epidemi disebut attack rate.
3. Prevalence rate
                Mengukur jml org dikalangan penduduk yg menderita suatu peny. pd suatu titik tertentu.
4. Period prevalence
                Mengukur jml orang dikalangan penduduk yg menderita suatu peny.tertentu dlm suatu kurun waktu
5. Crude death rate
6. Age specific death rate
7. Cause (disease) specific death rate
8. Disease specific fatality rate
VI. Cara pengukuran peny. karies gigi
                Dlm epidemiologi karies gigi dikenal beberapa istilah :
  1. Caries incidence
                kasus baru dlm satu satuan kurun waktu (misal 1 tahun)
b. Caries increment
c. Caries prevalence
                istilah prevalence mempunyai 2 arti :
                1. menerangkan prosentase penduduk yg menderita
           karies pd satu saat
                2. Menunjukkan jml gigi yg sakit dlm suatu populasi pd
           satu saat
d. Caries experience
                kata lain dr prevalence sering disebut experience (pengalaman karies)
                WHO menetapkan nilai DMF-T pd anak 12 thn sbb:
                sangat rendah   : DMF-T                0,00 - 1,1
                rendah                 : DMF-T                1,2   - 2,6
                moderat                              : DMF-T                2,7   - 4,4
                tinggi                     : DMF-T                4,5   - 6,5
                sangat tinggi       : DMF-T                6,6 ke atas  (WHO)
e. Caries index
                DMF = D+M+F, DMF mrpkn angka yg akan selalu bertambah krn peny. gigi adalah irreversible.
f. Severity
                Decay mpunyai bbrp kriteria sbb:
                D1,D2 dan D3
                Caries intensity,Permormed treatment index,require treatment index,tooth lost index,caries prevention (caries reduction).
ž  VIII. Cara mengukur kebersihan gigi dan mulut
                Untuk mengukur tingkat kebersihan gimul digunakan ukuran sbb:
  1. Mengukur bacterial plaque/soft deposit
  2. Mengukur hard deposit (dental calculus)
                OHI oleh green & vermillion (1957) dan disederhanakan sbg OHI-S (simplified) 1964.
                Baik                        : 0    – 1,2
                Sedang                 : 1,3 – 3,0
                Buruk                    : 3,1 – 6,0
ž  COMMUNITY PERIODONTAL INDEX OF TREATMENT NEEDS (CPITN)
  1. Pengertian
                adalah indeks resmi yg digunakan oleh WHO untuk mengukur kondisi jaringan periodontal serta perkiraan akan keb.perawatannya.
B. Komponen penentu CPITN
                1. Sonde khusus
                2. Skor/nilai
                3. Sextan
                4. Gigi indeks
  1. Sonde khusus
                WHO periodontal probe, guna :
                a. probing instrument
                b. sensing instrument
                c. mengetahui ada/tdknya perdarahan
                e. mengetahui ada/tdknya karang gigi
                f. mengetahui ada/tdknya pocket
                g. mengukur kedalaman pocket
                                 < 3,5 mm à normal
                                 4-5 mm à dangkal
                                 > 6 mm à dalam
2. Skor atau nilai
3. Sextan
                6 sextan          7 6 5 4     3 2 1 1 2 3     4 5 6 7                                                      7 6 5 4     3 2 1 1 2 3     4 5 6 7
               
4. Gigi indeks
                adalah gigi yg perlu diperiksa untuk mengukur kondisi jar.periodontal, jadi tdk perlu diperiksa semua gigi yg ada dirongga mulut (ramfjod,1959)
                                               
                                                17.16                11                                26.27
                                                47.46                31                                36.37   
                                 (< 20 thn)
                                                16                           11                           26
                                                46                           31                           36      
                                 (> 19 thn)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: