Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS


PERENCANAAN PROGRAM KESEHATAN UNTUK TENAGA KESEHATAN GIGI




1.         PENDAHULUAN
Dalam menjalankan fungsi administrasi, yang terpenting diantaranya adalah fungsi perencanaan (planning). Adapun berbagai fungsi administrasi lainnya baru berperan apabila fungsi perencanaan telah selesai dilaksanakan. Selain itu pelaksanaan berbagai fungsi administrasi lainnya tersebut hanya akan berjalan sempurna apabila berpedoman pada perencanaan yang telah disusun. Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut  penyusunan konsep serta kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Azwar, 1999).
Perencanaan manajerial akan memberikan pola pandang secara menyeluruh terhadap semua pekerjaan yang akan dijalankan, siapa yang melakukan dan kapan akan dilakukan. Perencanaan merupakan tuntunan terhadap proses pencapaian tujuan secara efisien dan efektif.
Pentingnya perencanaan di bidang kesehatan disebabkan luasnya pengertian sehat menjadi subjek dan objek upaya kesehatan. Hal ini mengakibatkan pelaksanaan berbagai upaya kesehatan sangat membutuhkan perencanaan. Demikian pula dalam hal pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang merupakan bagian integral dari penyelenggaraan pelayanan kesehatan umum dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan perencanaan yang baik agar tercapainya tujuan dari upaya kesehatan gigi dan mulut.
Dalam melaksanakan pelayanan asuhan kesehatan gigi, perawat gigi sebagai team kesehatan harus melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Salah satu tugas yang harus dilakukan oleh perawat gigi adalah penyusunan program perencanaan yang lebih dikenal dengan istilah Planning Of Action (POA).Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan asuhan kesehatan gigi adalah penyusunan perencanaan yang sistematis di dalam pelaksanaan program asuhan keperawatan.

2.         BATASAN
Di bidang kesehatan, perencanaan dapat didefinisikan sebagai proses untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok, dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.         

3.         TUJUAN
a.    Mengidentifikasi masalah-masalah
b.    Menganalisa masalah dan penyebab masalah
c.    Mencari alternatif pemecahan masalah
d.    Pedoman untuk pemecahan masalah
e.    Alat evaluasi program kesehatan
f.     Alat peramalan dan pengambilan keputusan.

4.         MANFAAT
a.    Pelaksanaan kegiatan lebih terarah sebab jelas tujuannya dan dilakukan bertahap
b.    Kebutuhan untuk menyelesaikan masalah dapat diketahui dengan jelas
c.     Menjawab masalah yang dihadapi didalam pelaksanaan kegiatan
d.    Dapat digunakan sebagai bahan pengawasan, pengendalian dan penilaian
e.    Menggabungkan kegiatan keseluruhan

5.         KEUNTUNGAN TERSUSUNNYA PERENCANAAN
a.    Perencanaan menyebabkan berbagai aktifitas organisasi untuk mencaoai tujuan tertentu dapat dilakukan secara teratur
b.    Perencanaan akan mengurangi atau menghilangkan jenis pekerjaan yang tidak produktif
c.    Perencanaan dapat dipakai sebagai alat pengukur hasil kegiatan yang dicapai
d.    Perencanaan memberikan suatu landasan pokok fungsi manajemen lainnya terutama fungsi pengawasan

6.         MACAM PERENCANAAN DITINJAU DARI RUANG LINGKUP
a.    Perencanaan Strategik
b.    Perencanaan taktis
c.    Perencanaan menyeluruh
d.    Perencanaan terpadu

7.         UNSUR-UNSUR PERENCANAAN
a.    Rumusan misi
b.    Rumusan masalah
c.    Rumusan tujuan Umum dan Khusus
d.    Rumusan Kegiatan
e.    Asumsi perencanaan
f.     Strategi pendekatan
g.    Kelompok sasaran
h.    Waktu
i.      Organisasi dan tenaga pelaksana
j.      Biaya
k.    Metoda penilaian dan kriteria keberhasilan




8.         LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PERENCANAAN
a.    Pengumpulan Data
1)    Analisa situasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau fakta. Dalam hal ini yang perlu dimnafaatkan adalah penerapan dari berbagai macam ilmu pengetahuan misalkan ilmu epidemiology, antropologi, demografi, statistik dan ekonomi.
a)    Data umum meliputi geografi, demografi, lingkungan,sosial-ekonomi, dsb.
b)    Data khusus meliputi ketenagaan, program/cakupan, sarana dan prasarana, dsb.

b.    Mengidentifikasi masalah dan penetapkan prioritas masalah
Terbatasnya sumber daya dan kemampuan organisasi, serta kompleksnya permasalahan  yang dihadapi maka diharuskan mengidentifikasi masalah dan penetapan prioritas masalah yang perlu dipecahkan.
1)    Identifikasi Masalah
Dalam identifikasi masalah berisikan hasil out put dari pengumpulan data di lapangan, misalnya indeks DMF-T, prevalensi karies, nilai OHI-S, dsb
2)    Perumusan masalah
Rumusan masalah disini harus mempunyai tolok ukur, paling tidak menyakut lima hal pokok yakni, apa masalahnya, siapa yang terkena masalah, dimana masalah ditemukan, bilamana masalah terjadi, berapa besar masalahnya. Disamping itu masalah harus bersifat netral dan tidak berisikan penyebab timbulnya masalah atau cara mengatasi masalah

Misalnya : 10% pasien yang dicabut gigi di puskesmas A  Kod. Bandung pada bulan April 2004 mengalami komplikasi pendarahan pasca pencabutan

3)    Prioritas Masalah
Masalah-masalah yang ditemukan dianalisi dengan menggunakan alat analisis masalah misalnya, metode USG, pisau analisis Carl, dsb.

4)    Analisa Masalah
Terdiri atas penyebab masalah (dicari berdasarkan input/masukan, proses dan lingkungan) dan rumusan penyebab masalah, misalkan :

Rumusan Masalah
Penyebab Masalah
Rumusan Penyebab Masalah
1. Jumlah SD dalam binaan Puskesmas A pada tahun 2002 yang baru melaksanakan sikat gigi masal hanya 50% dari target cakupan
a. Input
     1) SDM
     2) Materi/money
     3) Kelengkapan alat/material
b. Proses
c. Lingkungan
    1) Geografis
    2) Tranportasi
Contoh input yang menjadi penyebab
Kurangnya tenaga perawat gigi untuk melaksanakan kegiatan UKGS

5)    Alternatif pemecahan masalah
Memilih alternatif terbaik untuk pemecahan masalah dapt dituangkan dalam matrik sebagai berikut








Rumusan Penyebab Masalah
Inventarisasi Alternatif Pemecahan Masalah
Rumusan Pendekatan Masalah
Kurangnya tenaga perawat gigi untuk melaksanakan kegiatan UKGS
1.Mengusulkan pengangkatan 1 orang  tenaga PRG
2.Melatih tenaga kesehatan lain
1.Mengintegrasikan kesehatan gigi pada pelatihan guru orkes

c.    Merumuskan tujuan program dan besarnya target yang ingin dicapai
1)    Rumusan tujuan umum  mempunyai syarat yaitu jelas keterkaitannya dengan misi organisasi,  masalah yang ingin dihadapi dan menggambarkan keadaan yang ingin dicapai, disamping itu untuk penulisan rumusan yang baik dengan mempergunakan kata benda bukan kata kerja. Misalnya :
Terciptanya pelaksanaan sikat gigi masal pada murid SD Binaan Puskesmas A yang sesuai target stratifikasi Puskesmas

2)    Rumusan tujuan khusus mempunyai syarat memenuhi semua syarat rumusan tujuan umum dan mempunyai tolak ukur yaitu apa  masalah yang ingin diatasi, siapa yang yang akan memperoleh manfaat, dimana akan dilaksanakan, berapa besar target yang ingin dicapai dan berapa lama rencana kerja akan dilakukan.penulisan rumusan tujuan khusus ini lebih baik mempergunakan kata kerja

Meningkatkan pelaksanaan sikat gigi masal dari cakupan 50 % menjadi 75 % pada murid SD Binaan Puskesmas A

d.    Asumsi perencanaan
Tujuannya untuk mengkaji kemungkinan adanya hambatan dan kendala dalam pelaksanaan program. Kajian terhadap hambatan ditujukan yang bersumber di dalam organisasi dan yang bersumber dari lingkungan masyarakaat dan sektor lain.
1)    Asumsi perencanaan yang bersifat positif yaitu uraian tentang berbagai factor peninjang yang mempunyai peranan dalam menunjang pelaksanaan.
2)    Asumsi negatif yaitu uraian berbagai faktor penghambat.

e.    Menetapkan kelompok sasaran
Lazimnya pada setiap program kesehatan ditemukan adanya kelompok sasaran (target group), yakni kepada siapa program kesehatan itu ditujukan.
1)    Sasaran langsung
2)    Sasaran tidak langsung

f.     Menetapkan waktu pelaksanaan
Cantumkan uraian tentang jangka waktu dan dilengkapi dengan rinciannya. Untuk lebih jelas dibuat diagram khusus (time schedule/gant chart).

No
Kegiatan

Waktu

Jan
Peb
Mar
Apr
Mei
1.
Kegiatan  1





2.
Kegiatan   2






g.    Menyusun organisasi dan tenaga pelaksana
Sangat dianjurkan mencantumkan uraian tentang tenaga pelaksana dilengkapi dengan job discription.

h.    Menetapkan biaya
Dalam program kesehatan ada beberapa patokan yang dapat dipergunakan dalam penyusunan biaya. Patokan tersebut natara lain jumlah serta penyebaran sasaran yang ingin dicapai, jumlah dan jenis kegiatan yang akan dilakukan, jumlah dan jenis tenaga pelaksana yang terlibat, waaktu pelaksanaan program serta jumlaah dan jenis sarana yang dipergunakan.

i.      Membuat metoda penilaian dan kriteria keberhasilan
Metoda penilaian yang baik sebaiknya berdasarkan data. Untuk itu uraikan metoda pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data serta interpretasi data yang akan dipergunakan.

j.      Membuat matrik rincian kerja
Untuk setiap sasaran khusus di buat rincian kerja masing-masing dengan berbagai tahapan yang telah ditentukan
1)    Menetapkan rumusan sasaran yang tepat dan rinci
2)    Membuat rumusan kegiatan yang harus dilakukan untuk tercapainya tujuan sasaran
3)    Menetapkan kegiatan pokok yang bersifat mutlak dan merupakan kunci keberhasilan perencanaan. Untuk kepentingan praktis kegiatan ini dikelompokan ke dalam tiga kegiatan yakni ; 
a). kegiatan persiapan
b). kegiatan pelaksanaan
c). kegiatan penilaian
4)    Menetapkan kegiatan pokok akhir yang memuat kegiatan-kegiatan operasional bagi setiap tahap persiapan pelaksanaan dan pengendalian
5)   Menjabarkan kegiatan pokok kedalam tindakan operasinal dan tetapkan siapa yang bertanggung jawab, sumber-sumber daya yang diperlukan, tolak ukur pencapaian dan waktu pelaksanaan.




RENCANA KEGIATAN PELAKSANAAN
BPG/PUSKESMAS :
KABUPATEN           :
TAHUN                      :



No

Tahap  kegiatan

Tujuan

Sasaran
Penanggung jawab

Pelaksana

Wkt

Tempat

Biaya

Tolok ukur
Ket
















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: