Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Komunikasi Teraupetik

JENIS JENIS KOMUNIKASI
Menurut Potter dan Perry (1993) dalam Purba (2003), komunikasi terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal, interpersonal dan publik.
Menurut Potter dan Perry (1993), Swansburg (1990), Szilagyi (1984), dan Tappen (1995) dalam Purba (2003) ada tiga jenis komunikasi yaitu verbal, tertulis dan non-verbal yang dimanifestasikan secara terapeutik.
Komunikasi Verbal
adalah pertukaran informasi secara verbal terutama pembicaraan dengan tatap muka. Komunikasi verbal biasanya lebih akurat dan tepat waktu.
Komunikasi Verbal yang efektif harus:
1) Jelas dan ringkas
2) Perbendaharaan Kata (Mudah dipahami)
 3) Arti denotatif dan konotatif
4) Selaan dan kesempatan berbicara
5) Waktu dan Relevansi
6) Humor
   
Komunikasi Tertulis
salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam bisnis, seperti komunikasi melalui surat menyurat, pembuatan memo, laporan, iklan di surat kabar dan lain- lain.
Prinsip-prinsip komunikasi tertulis terdiri dari :
1) Lengkap
2) Ringkas
3) Pertimbangan
4) Konkrit
5) Jelas
6) Sopan
7) Benar
Fungsi komunikasi tertulis
1) Sebagai tanda bukti tertulis yang otentik, misalnya; persetujuan operasi.
2) Alat pengingat/berpikir bilamana diperlukan, misalnya surat yang telah diarsipkan.
3) Dokumentasi historis, misalnya surat dalam arsip lama yang digali kembali untuk mengetahui perkembangan masa lampau.
4) Jaminan keamanan, umpamanya surat keterangan jalan.
5) Pedoman atau dasar bertindak, misalnya surat keputusan, surat perintah, surat pengangkatan.
Komunikasi Non Verbal
pemindahan pesan tanpa menggunakan kata-kata
 Morris (1977) dalam Liliweni (2004) membagi pesan non verbal sebagai berikut
1) Kinesik
     pesan non verbal yang diimplementasikan dalam bentuk bahasa isyarat tubuh atau anggota tubuh.
2) Proksemik
     bahasa non verbal yang ditunjukkan olehruangdanjarakantara individu dengan orang lain waktu berkomunikasi atau antara individu dengan objek.
3) Haptik
     seringkali disebut zero proxemics, artinya tidak ada lagi jarak di antara dua orang waktu berkomunikasi.
4)Paralinguistik meliputi setiap penggunaan suara sehingga dia bermanfaat kalau kita hendak menginterprestasikan simbol verbal
5) artifak dalam komunikasi komunikasi non verbal dengan pelbagai benda material disekitar kita, lalu bagaimana cara benda-benda itu digunakan untuk menampilkan pesan tatkala dipergunakan.
6) Logo dan Warna
7) Tampilan Fisik Tubuh
Tujuan Komunikasi terapeutik

Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri.
 PRINSIP DASAR KOMUNIKASI TERAUPETIK
1.Hubungan perawat dan klien adalah hubungan terapeutik yang saling menguntungkan, didasarkan pada prinsip ‘humanity of nurses and clients
2. Perawat harus menghargai keunikan klien, menghargai perbedaan karakter, memahami perasaan dan perilaku klien dengan melihat perbedaan latar belakang keluarga, budaya, dan keunikan setiap individu.
     3. Semua komunikasi yang dilakukan harus dapat menjaga harga diri pemberi maupun penerima pesan, dalam hal ini perawat harus mampu menjaga harga dirinya dan harga diri klien.
    4. Komunikasi yang menciptakan tumbuhnya hubungan saling percaya (trust) harus dicapai terlebih dahulu sebelum menggali permasalahan dan memberikan alternatif pemecahan masalah (Stuart,1998)
 HUBUNGAN PERAWAT DAN KLIEN /HELPING RELATIONSHIP
1. Kejujuran
2. Tidak membingungkan dan cukup ekspresif
3. Bersikap positif
4. Empati bukan simpati
5. Mampu melihat permasalahan dari kacamata klien
6. Menerima klien apa adanya
7. Sensitif terhadap perasaan klien
8. Tidak mudah terpengaruh oleh masa lalu klien ataupun diri perawat sendiri
Menurut Roger dalam Stuart G.W (1998), ada beberapa karakteristik seorang helper (perawat) yang dapat memfasilitasi tumbuhnya hubungan yang terapeutik, yaitu
TAHAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Menurut Stuart G.W, 1998
1.Tahap Persiapan/Pra-interaksi
      perawat menggali perasaan dan menilik dirinya dengan cara mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya
2. Tahap Perkenalan/Orientasi
    Tahap perkenalan dilaksanakan setiap kali pertemuan dengan klien dilakukan.
3. Tahap Kerja
     merupakan inti dari keseluruhan proses komunikasi terapeutik (Stuart,G.W,1998)
4. Tahap Terminasi
      merupakan akhir dari pertemuan perawat dan klien
TAHAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK
     Tugas perawat dalam tahap pra interaksi:
a. Mengeksplorasi perasaan, mendefinisikan harapan dan mengidentifikasi kecemasan.
b. Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri.
c. Mengumpulkan data tentang klien.
d. Merencanakan pertemuan pertama dengan klien.
       Tugas perawat dalam tahap orientasi adalah:
a. Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan dan komunikasi terbuka.
b. Merumuskan kontrak (waktu, tempat pertemuan, dan topik pembicaraan) bersama-sama dengan klien dan menjelaskan atau mengklarifikasi kembali kontrak yang telah disepakati bersama.
c. Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalah klien yang umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik komunikasi pertanyaan terbuka.
d. Merumuskan tujuan interaksi dengan klien.
TAHAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Dibagian akhir tahap kerja ini, perawat diharapkan mampu menyimpulkan percakapannya dengan klien
Tugas perawat dalam tahap ini adalah:
Mengevaluasi pencapaian tujuan dari interaksi yang telah dilaksanakan (evaluasi objektif). Brammer dan McDonald (1996) menyatakan bahwa meminta klien untuk menyimpulkan tentang apa yang telah didiskusikan merupakan sesuatu yang sangat berguna pada tahap ini.
TEKNIK TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK
     tindakan atau sikap yangdilakukan ketika menunjukkan kehadiran secara fisik : Egan (1998) dalam Kozier,et.al (2004)
1. Berhadapan dengan lawan bicara
2. Sikap tubuh terbuka; kaki dan tangan terbuka (tidak bersilangan
3.Menunduk/memposisikan tubuh kearah/lebih dekat dengan lawan bicara
4. Pertahankan kontak mata, sejajar, dan natural
5. Bersikap tenang
TEKNIK TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK
      Shives (1994), Stuart & Sundeen (1950) dan Wilson & Kneisl (1920), yaitu:
a.Mendengarkan dengan penuh perhatian
b.Menunjukkan penerimaan
c.Mengulang ucapan klien dengan menggunakan kata-kata sendiri.
d.Klarifikasi
e.Memfokuskan
f.Menyampaikan hasil observasi
g.Menawarkan informasi
H.Diam
 i.Meringkas
J.Menawarkan diri
K.Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan
L.Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan
M.Menempatkan kejadian secara teratur akan menolong perawat dan klien untuk melihatnya dalam suatu perspektif
N.Menganjurkan klien unutk menguraikan persepsinya
O.Refleksi
KESIMPULAN DAN SARAN
 


       Komunikasi Teraupetik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien.
Fungsi :
Mendorong dan menganjurkan kerjasama antara perawat dan pasien.
Dapat memberikan suatu pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien tersebut.
Untuk dalam rangka mengatasi persoalan yang dihadapi pada tahap perawatan.
Mencegah adanya tindakan yang negative terhadap pertahanan diri pasien.
Tujuan :
Untuk mengembangkan pribadi klien kearah yang lebih positif atau adaptif dan diarahkan pada pertumbuhan klien yang meliputi:
Realisasi diri, penerimaan diri dan peningkatan kehormatan diri.
Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superfisial dan saling bergantung dengan orang lain.
Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan yang realistis.
Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.
COBA RENUNGKAN !?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: